Minggu, 21 Maret 2010

Yang belum sempat tersampaikan

Tulisan yang selama ini terangkai di pikiran dan berharap kau akan membacanya, ternyata tidak. Tulisan ini bukan biodata pernikahan yang dibuat seorang akhwat shaleha, ini hanya coretan seseorang mengenai visinya, seseorang yang ingin mencoba untuk menjadi lebih baik.

Tujuanku...
Menikah, berharap sekali seumur hidup. Menciptakan suasana yang penuh kasih sayang, kenyamanan dan dilandasi iman, tentu saja untuk mendapat Ridha Allah. Walapun ada pertengkaran kita jadikan sebagai sarana pendewasaan diri dan perbaikan (baca "Pertengkaran Islami" ;p).
Menyatukan dua keluarga, bukan ibumu,ibuku, tapi ibu kita, bukan saudaramu, saudaraku, tapi saudara kita.
Rumah jadi majlis ilmu, kita senantiasa belajar, engkau sebagai pemimpin yang sabar mengajari. Kita tanamkan kesabaran di hati, tak ada yang sempurna, maka kita jadikan pasangan kita sempurna di mata kita, kuncinya 'menerima dan memperbaki diri'.

Kita akan menikah InsyaAllah...
Saat nanti ucapan itu muncul dari bibirmu, kita persiapkan semuanya, mungkin tidak bisa secepat yang kita harapkan.Persiapan fisik, mental dan materi. Kita akan menikah tanpa harus membebani orang tua kita. Dan kita sabar dalam penantian yang suci sampai saatnya tiba, penikahan yang sederhana.

Lembaran Baru...
Kerja dan Kuliah
Setelah kita menikah, sepenuhnya aku taat padamu, aku akan tetap bekerja hanya dengan seijinmu. Tapi harapanku, aku ingin tetap bekerja dan melanjutkan kuliah.

keuangan
''Uang istri adalah uang istri, Uang suami sebagian uang istri' (^_^ jangan protes dulu ya...)
untuk masalah keuangan, karena aku juga bekerja buka berarti kewajiban suami memenuhi kebutuhan istri jadi hilang. kewajiban tetaplah jadi kewajiban, walaupun pada akhirnya istri ikut memenuhi kebutuhan keluarga, itu akan bernilai pahala
penuhilah kebutuhan orang tua seperti sebelum kau menikah, tidak boleh kurang(kecuali jika keadaan tidak memungkinkan). Jangan samapi pernikahan kita membawa dampak negatif untuk orangtua.
setelah orangtua, prioritaskan dulu keluarga, baru saudara2. kau mungkin lebih mengerti masalah ini.

Bimbinglah aku mencari ridha Allah
Kita saling mengingatkan disaat yang lain lalai atau lupa. Kita jalankan syariat agama septimal mungkin. Aku membayangkan sepertiga malam kita terjaga, berdua shalat malam bersama, atau sms di pagi hari untuk mengingatkan shalat dhuha, atau berbuka shaum bersama di hari senin dan kamis. ah.... indahnya. Semoga Allah memberi kesempatan untuk itu.

Kita bimbing juga anak-anak kita
Jika Allah mempercayai kita untuk menjaga amanah itu. Maka kita jaga amanah-Nya dengan sebaik mungkin. Kenalkan ia pada Tuhannya dan Agamanya sejak dini. Sekolahkan ia di sekolah dengan pendidikan agama yang baik, dan pendidikan umum yang baik pula.

Berjihad mencari nafkah
Katanya mencari nafkah untuk keluarga juga adalah berjihad ya? aku punya banyak rencana. wiraswasta sampingan dari pekerjaan. Materi memang bukan segalanya, tapi dengan materi kita bisa berbuat lebih banyak untuk orang lain. cita-citaku membantu orang yang tidak mampu sekolah.

Dan akhirnya tulisan ini pun muncul di blog ku. Tulisan yang mungkin nanti akan kuberikan pada orang lain. Terimakasih untuk segalanya. Aku berprasangka baik pada Allah, mungkin ini adalah jawaban dari doa-doa kita agar diberi yang terbaik menurut-Nya.

Rabu, 10 Maret 2010

Mengembalikan nilai autoincrement ke 1

karena kerjaan aku otak-atik database, kemaren sempet kewalahan harus hapus table dan bikin lagi dari awal karna pengen nilai id yang autoincrement balik lagi ke angka 1. masih mending kalo jumlah fieldnya dikit.Tapi kalo misalnya jumlah fieldnya banyak gimana? wah bisa2 stress duluan sebelum aplikasinya jadi...hehehehe
setelah dicoba2 ternyata gampang lo bikin auto_increment balik lagi ke 1 tanpa harus drop table.
syntaxnya:
alter table nama_table auto_increment=1
kalo misalnya kita mau ubah auto increment ke angka yang lain berarti tinggal ganti angkanya aja....

Minggu, 07 Maret 2010

Hobi....

Dari dulu (waktu masih SD) sampe udah lulus kuliah, kalo ada yang nanya, 'hobi kamu apa?', aku pasti jawab 'baca'. Hobi yang stndar. Ga kaya hobi orang lain, misal, naik gunung, travelling, main musik, nyanyi, main /nonton bola,dll. Hobi yang bisa dibanggakan.
kalo hobi baca, apa yang bisa dibanggain? apalagi bacaanku mentok di novel Ayat2 cinta. Apa nanti kalo ada interview kerja si pewawancara akan nanya 'Sama siapa akhirnya fahri nikah?' (ya engga lah...)
semua orang juga bisa baca... jadi apa yang bisa aku banggain dengan hobi baca aku?
Kadang suka iri kalo liat orang bela-belain hobinya sampe ngorbanin semuanya. buat hobi dia beli kamera yang hargnya puluhan juta.
buat hobi dia ngorbanin waktu tidurnya buat nonton bola tengah malem, padahal paginya dia mesti bangun pagi buat kerja (tapi ko buat shalat malem susah ya??? tapi ga semua ko,,, ada juga yang shalat dulu baru nonton...)
Tapi aku ga punya hobi yang aku sukai banget sampe aku rela ngorbanin apa yang aku punya. beli buku pun ga wajib buat aku. sekarang malah lebih sering pinjem. kalo ada temen yang punya kau pinjem, tapi kalo belum ada yang punya ya... tunggu ampe ada yang punya...heuheu...
Karena aku ga punya hobi yang bener-bener aku sukai, aku jadi ga pernah ngerasain kepuasan/kebahagiaan dari hobi. seperti orang yang hobi naik gunung saat dia berada di puncak gunung, seperti orang yang hobi fotografi saat dia dapet foto yang sempurna. sangat-sangat ingin merasakan juga.
Tapi sekarang aku coba nikmatin hidup walopun tanpa hobi.
aku bisa tetep nyaman tanpa harus pergi ke gunung
tidurku cukup karena ga mesti nonton bola tengah malem
dan yang pasti aku ga perlu keluar uang banyak buat hobi ku...^_^
Tentu saja yang utama, aku ga akan ngerasa malu karena lebih mengutamakan hobi daripada kewajibnanku pada Allah (soalnya aku emangg ga punya hobi xp)

Rabu, 03 Maret 2010

Masih Pantaskah?

Ya Allah masih pantaskah aku berharap seorang suami yang lantunan ayat-ayat suci dari bibirnya merdu menggetarkan hati?
Padahal aku pun masih terbata-bata membaca ayat-ayatMU
tapi bukankah kelak ia bisa mengajriku?
menjadikan rumah sebagai madrasahku dan bisa melunakkan kerasnya hati ini dengan bacaan Al-Quran...

YA Allah masih pantaskah aku berharap,
ia yang mata dan hatinya selalu suci terjaga, menunduk karena takut kepadaMU.
padahal aku sangat menyadari betapa kotor hati dan mata ini
tapi bukankah ia nanti bisa membimbingku, mengajariku untuk menundukan pandangan dari yang haram?

Ya Allah masih pantaskah aku berharap
ia yang cintanya padaMU melebihi apapun
semangatnya tak pernah habis selama berada di jalanMU
padahal aku pun hanya bisa diam tak berkata apa-apa jika ada yang bertanya, "Apa bukti cinta mu pada Allah?"
tapi Engkau Maha TAhu YA Rabb...ia akanmengajariku bagaimana unutk menunjukkan cintaku padaMU

Ya Allah masih pantaskah aku berharap
ia yang wajahnya bercahaya karena selalu terbasuh air wudlu
mulutnya terjaga dan hanya berkata kebaikan
kakinya amat jauh dari tempat maksiat
padahal aku pun tahu... laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik
dan aku pun tahu laki-laki yang baik pasti hanya menginginkan wanita yang baik pula
Tapi Ya Allah...
Jika aku berhenti berharap,
siapa yang nanti akan mengingatkanku jika aku khilaf
yang akan menegurku jika aku salah
yang akan menyemangatiku jika aku lemah
yang akan meluruskanku jika aku berpaling
yang akan mengajariku jika aku tak tahu

Selasa, 02 Maret 2010

Pertengakaran Islami

-19 Juni 2009-

Sendirian di kamar kost...gak ada TV gak ada komputer...buku yang ada udah dibaca berulang-ulang(kecuali buku kalkulus ^_^)...karena ga ada yang bisa dikerjain --dikerjakan...bukan dijailin-- lagi, aku yang biasanya gak suka denger radio mulai nyalain radio....hm...pas pertama dinyalain salurannya langsung masuk ke MQ FM....(bagus lah....), si penyiar ternyata lagi ngebahas tentang pertengkaran Islami..Loh?! emang ada ya pertengkaran islami...dan ternyata emang ada! gimanapun pertengkaran emang kurang baik , tapi saat pertengkaran gak bisa dihindari ternyata kita bisa membuat pertengkaran itu jadi lebih baik --pertengkaran yang baik..heuheu aneh juga dengernya--....pernah ngerasain ga gimana rasanya bertengkar??biasanya saat bertengkar itu kata-kata bisa keluar dari hati yang paling dalam,,,kata-kata bisa lebih bermakna dan mudah dicerna...hm...gak percaya??coba aja deh(eh jangan deng...)
nah kata si penyiar nie ada tips bikin pertengkaran jadi islami...(khususnya buat yang udah nikah--yang belum nikah juga boleh baca koq,itung2 belajar--)

1. Pastikan saat bertengkar tidak marah berjamaah

ini maksudnya pas lagi bertengkar jangan dua-duanya marah, saat yang satu marah yang satu diharapkan bisa sabar dan menunggu samapai amarahnya mereda.... nah kalo yang satu udah mulai reda tuh amarahnya baru deh pasanngannya boleh bicara...
satu orang aja yang marah bisa bikin rumah jadi 'meriah' gimana dua-duanya??
jadi para suami saat liat istrinya marah2...bicaralah dalam hati "Istriku...teruslah berbicara,jika itu membuat hatimu lega. Karena aku akan terus menunggu dibalik kelegaan hatimu itu ^_^" (gt juga para istri saat suaminya marah)

2. Marahlah karena masalah yang ada saat itu.

nah kalo misalnya marah, marah lah karena alasan yang ada saat itu, jangan pernah ungkit2 lagi masalah yang udah jadi masa lalu, karena dengan mengungkit masa lalu orang itu akan merasa terpojok. masa lalu adalah sejarah dirinya yang tak bisa dirubah oleh siapapun.INGAT harapan itu terbentang mulai hari ini...jadi jangan pernah marah karena masalah yang udah2.
contonya nie...
kalo istri marah2 karena suami telat dateng...maka bisa jadi sang istri begitu merindukan suaminya (hohoho :">)....tapi kalo misalnya istri mengungkit2 kesalahan suami yang telat pulang kemarin dan minggu kemarin dan bulan kemarin dan yang lalu2...maka sang istri telah membuat sang suami terpuruk jatuh pada kesalahannya.

3. Jangan Bertengkar dihadapan anak2....

Kalo ini terjadi nanti anak2 bingung mau memihak pada siapa...
anak adalah buah cinta kasih,bukan buah pertengkaran, maka gak usah memperlihatkan "komedi liar" di dalam rumah...

4. Kalau Bertengak jangan lebih dari 1 waktu shalat

inget ga apa yang kita ucapin waktu shalat???
"Damai atas kami demikian juga atas hamba-hambaMu yang shaleh.."
nah kalo abis shalat kita masih ngeliat seseorang dengan pandangan amarah...wah berarti kita udah mendustai Allah...makanya abis shalat marahnya mesti udah ilang....
misal kita marah pas dzuhur...nah pas asar mesti berenti deh marahnya(eh...pengecualian
untuk waktu shalat isa ya...heuheu kelamaan soalnya).....